Resume
: Ceramah Ramadhan
Hari/Tanggal
:Jum’at, 12 juli 2013
Tempat : Masjid al huda
Penceramah : Ustad
Marwani
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan
kita dengan bulan yang mulia ini. Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang
banyak dinantikan oleh hambaNya yang beriman. Bulan yang memiliki banyak
keistimewaan, seperti malam lailatul qadar yaitu malam yang lebih baik dari
seribu bulan.
Sesungguhnya puasa itu memiliki banyak adab sebagai penyempurnanya.
Adab-adab tersebut terbagi dua: adab-adab yang wajib yang harus diperhatikan
dan dijaga oleh orang yang berpuasa, dan adab-adab sunnah yang selayaknya
dikerjakan.
Di antara adab yang wajib adalah orang yang berpuasa juga harus
melaksanakan berbagai ibadah lain yang telah Allah wajibkan, baik itu berupa
perkataan maupun perbuatan. Salah satu contoh yang paling penting adalah shalat
wajib, yang merupakan rukun Islam yang paling mendasar setelah dua kalimat
syahadat. Ia wajib diperhatikan dengan menjaga rukun, kewajiban, syarat dan
waktu pelaksanaanya di masjid secara berjamaah. Ini merupakan bagian dari
ketakwaan yang juga menjadi alasan diwajibkannya puasa atas ummat ini.
Menyia-nyiakan shalat akan meniadakan ketakwaan dan menyebabkan terjadinya
hukuman.
Ada orang yang berpuasa tetapi meremehkan shalat berjamaah, padahal hal itu
merupakan kewajibannya. Apabila Allah telah memerintahkan pelaksanaan shalat
berjamaah dalam kondisi peperangan dan ketakutan, maka pada saat tentram tentu
lebih ditekankan.
Disebutkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
أَنّ رَجُلاً أَعْمَى قَالَ: يَا رَسُوْلُ
الله لَيْسَ لَِي قَائِدٌ يَقُوْدُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ، فَرَخّصَ لَهُ، فَلَمّا
وَلّى دَعَاهُ وَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصّلاِةِ؟ قَالَ نَعَمْ، قَالَ
فَأَجِبْ
“Ada pria buta yang mengadu kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, ya Rasulullah, aku
tidak mempunyai penuntun yang membimbingku ke masjid,’ Beliau lalu memberinya
keringanan untuk tidak hadir shalat berjamaah, Namun, tatkala dia hendak pergi,
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya kembali, lalu bertanya,
apakah engkau mendengar panggilan shalat? Dia menjawab, Ya, Beliau bersabda:
“Maka penuhilah panggilan tersebut.” (HR. Muslim)
Lihatlah, betapa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan
terhadap pria tersebut, padahal dia orang buta yang tidak mempunyai penuntun.
Orang yang meninggalkan shalat berjamaah telah menyia-nyiakan suatu kewajiban
sekaligus menghalangi dirinya sendiri dari kebaikan yang banyak, berupa
berlipat gandanya kebaikan. Dia juga tidak mendapatkan keuntungan sosial yang
didapat dari berkumpulnya kaum muslimin ketika pelaksanaan shalat berjamaah
seperti tentramnya rasa persatuan, cinta, nilai pendidikan, bantuan kepada
pihak yang membutuhkan, dan lain sebagainya.



0 komentar:
Post a Comment