Dosa Jariyah
Resume
: Ceramah Ramadhan
Hari/Tanggal
: Kamis, 15 juli 2013
Tempat : Masjid al huda
Penceramah : Ustad
ismail
Hadirin, jamaah yang berbahagia,
Kita haturkan rasa syukur yang setinggi-tingginya ke hadhirat Allah, hingga detik ini, Allah mengumpulkan kita dalam barisan orang-orang yang beriman. Kita juga bersyukur kepada Allah, berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kita bisa menjalan berbagai aktivitas ibadah selama bulan ramadhan, kita bisa makan sahur, berpuasa, membaca Al-Quran, berbukan, hingga shalat malam berjamaah. Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ta’ala.
Kita haturkan rasa syukur yang setinggi-tingginya ke hadhirat Allah, hingga detik ini, Allah mengumpulkan kita dalam barisan orang-orang yang beriman. Kita juga bersyukur kepada Allah, berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kita bisa menjalan berbagai aktivitas ibadah selama bulan ramadhan, kita bisa makan sahur, berpuasa, membaca Al-Quran, berbukan, hingga shalat malam berjamaah. Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ta’ala.
Hadhirin, kaum muslimin yang kami hormati,
Sering kita mendengar istilah sedekah jariyah. Satu sedekah yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Kita tetap terus mendapatkan kucuran pahala, selama harta yang kita sedekahkan masih dimanfaatkan oleh kaum muslimin lainnya untuk melakukan ketaatan. Satu hadis yang menjadi dasar akan adanya amal jariyah ini adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sering kita mendengar istilah sedekah jariyah. Satu sedekah yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Kita tetap terus mendapatkan kucuran pahala, selama harta yang kita sedekahkan masih dimanfaatkan oleh kaum muslimin lainnya untuk melakukan ketaatan. Satu hadis yang menjadi dasar akan adanya amal jariyah ini adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ
عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ
بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia meninggal, amalnya akan terputus, kecuali 3 hal: ‘Sedekah
Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.’ (HR. Nasa’i,
Turmudzi, dan yang lainnya. Hadis ini dishahihkan Al-Albani).
Sebagai orang beriman, yang sadar akan pentingnya bekal pahala dan amal di
hari kiamat, tentu kita sangat berharap bisa mendapatkan amal semacam ini. Di
saat kita sudah pensiun beramal, namun Allah tetap memberikan kucuran pahala
karena amal kita di masa silam.
Kaum muslimin yang berbahagia,
Sebaliknya, disamping ada pahala jariyah, dalam islam juga ada dosa yang sifatnya sama, dosa jariyah. Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.
Betapa menyedihkannya nasib orang ini, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.
Sebaliknya, disamping ada pahala jariyah, dalam islam juga ada dosa yang sifatnya sama, dosa jariyah. Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.
Betapa menyedihkannya nasib orang ini, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.



0 komentar:
Post a Comment