Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan
Resume
: Ceramah Ramadhan
Hari/Tanggal
: Rabu, 17 juli 2013
Tempat : Masjid al huda
Penceramah : Ustad
ismail
Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib
tidak pernah bosan-bosannya untuk menghimbau diri khatib secara pribadi dan
para jama’ah sekalian untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah di mana saja kita
berada dengan berupaya semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintah-Nya dan
menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamat
kelak yang membuat kita mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Karena tidak
ada yang mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api neraka-Nya melainkan
adalah taqwa yang kita miliki.
Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ
التَّقْوَى البقرة:197)
Dan Rasulullah bersabda,
اِتَّقِ اللهَ حَيْثمُاَ كُنْتَ وَأَتبِْعِ
السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلقٍُ حَسَنٍ (رَوَاهُ
التِّرْمِذِي)
“Bertakwalah kamu di mana saja kamu berada, dan sertakanlah olehmu
kejahatan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya (kejahatan tersebut),
serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR. at-Tirmidzi, dengan
sanad hasan shahih).
Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Ada sebuah Ungkapan atau kalau boleh ia disebut motto hidup yang cukup
sederhana, “Tidak akan pernah kembali hari-hari yang telah berlalu”. Kenapa
kita katakan sederhana?? sebab ungkapan ini cukup familiar di telinga kita,
bahkan ia terkadang bagaikan angin yang lalu begitu saja, atau ungkapan picisan
kuno yang tak ada arti bagi sebagian orang, bahkan anak-anak kecil saja tahu
dan mengerti kalau hari-hari yang telah dilewatinya tidak akan pernah terulang
dan kembali lagi.
Tentunya tidak bagi para pemerhati
kehidupan atau orang-orang yang selalu merenungi dan menghayati hidup yang
dijalani, juga tidak bagi orang yang selalu mengevaluasi diri dan ingin
hari-harinya yang sekarang dan yang nanti lebih baik dari hari-harinya yang
telah lalu. Karena baginya hari-hari yang telah lalu adalah sejarah sekaligus
pelajaran untuk menatap dan manata hidup di masa depan yang lebih gemilang, pelajaran
mahal yang tak bisa dihargai dengan lembaran-lembaran kertas yang kini telah
berubah menjadi sembahan, hari-hari yang telah berlalu terus akan menyisakan
kenangan dan kenikmatan bagi siapa saja yang menghabiskannya untuk sesuatu yang
indah dan penuh makna.. dan selalu akan meninggalkan penyesalan dan kesedihan
yang mungkin tak terlupakan bagi siapa saja yang menjalaninya untuk sesuatu
yang sia-sia dan penuh dosa.



0 komentar:
Post a Comment